Alun-alun Kroya, Alternatif Rekreasi Keluraga yang Murah dan Meriah

Alun-alun Kroya, Alternatif Rekreasi Keluraga yang Murah dan Meriah

Sebuah kecamatan di pelosok Kabupaten Cilacap terdapat alun-alun yang menjadi tempat tongkrongan favorit warganya, yaitu Alun-Alun Kroya. Kecamatan Kroya letaknya di ujung timur berbatasan dengan Kabupaten Banyumas. Tua muda memenuhi kawasan alun-alun, mulai dari sekedar jalan-jalan sore hingga mencicipi kuliner yang tersedia di warung tenda.

Alun-alun Kroya menjadi destinasi yang paling diminati karena di situ tersedia pusat kuliner yang siap memanjakan lidah pengunjung. Tempat ini makin asyik karena terdapat taman yang asri dan nyaman. Pada malam hari taman ini cukup terang sehingga cocok untuk bersantai bareng keluarga atau teman.

Warung tenda tampak rapi berjejer baik di lapangan atau di pinggir jalan. Semuanya menjajakan menu kuliner lokal dan jajanan yang enak dan murah. Keberadaan warung tenda ini menjadi daya tarik orang untuk berkumpul di alun-alun. Kebanyakan mereka datang untuk wisata kuliner bersama keluarga atau teman kemudian dilanjutkan dengan duduk santai menikmati suasana alun-alun.

Bila datang kesini, sebaiknya pilih waktu sore atau malam hari. Selain lebih adem, di malam hari pengunjung yang datang lebih ramai serta dihiasi lampu warna warni yang membuat suasana lebih semarak.

Banyak anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas sepeda motor menggunakan alun-alun sebagai tempat nongkrong.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa bersenang-senang di alun-alun karena tersedia wahana kereta mainan. Kawasan ini bagi sebagaian orang dijadikan alternatif rekreasi keluraga yang murah dan menyenangkan.

Yang datang ke alun-alun bukan hanya warga Kroya saja, tetapi banyak juga pengunjung dari luar Kroya. Seperti yang dikatakan Arif, warga Kemranjen Banyumas, sengaja datang bersama anaknya untuk mencari hiburan. “Tempatnya lumayan buat main-main sekeluarga dan banyak permainan untuk anak-anak,” jelas Arif.

Sayangnya, kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang. Sampah bekas makanan dan minuman tampak bercecer dimana-mana. Sebaiknya, pengelola atau dinas terkait segera mengatasi masalah sampah agar alun-alun ini indah dan disukai masyarakat.

Baca juga: Yuk, Wisata Sejarah dan Budaya di Museum Susilo Soedarman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *