Ini Dia Tempat-Tempat Menarik Jika Jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor

Ini Dia Tempat-Tempat Menarik Jika Jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor

Dengan luas 87 hektar, Kebun Raya Bogor bukanlah destinasi wisata yang pas bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi seluruh spot dalam sekali waktu. Setidaknya dibutuhkan lebih dari sekali kunjungan agar bisa menikmati semua tempat wisata di kebun raya terbesar di Indonesia ini.

Dengan memiliki koleksi sedikitnya 15.000 jenis pohon dan tumbuhan, Kebun Raya Bogor menjadi primadona wisata semua kalangan. Suasananya betul-betul rindang dan teduh.

Jika sudah berada di dalam rerimbunan kebun raya ini, wisatawan tidak menyangka jika kebun raya berada di tenga-tengah Kota Bogor. Hawanya yang adem membuat tempat ini cocok untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Nah, jika kamu memasukkan Kebun Raya Bogor ini dalam daftar perjalanan selanjutnya, sebaiknya kamu harus mengetahui tempat-tempat menarik di kawasan ini.

Supaya kamu bisa memberikan prioritas antara satu destinasi dengan destinasi lainnya.

Taman Astrid

Berbeda dengan bagian Kebun Raya Bogor (KRB) yang didominasi pepohonan tinggi dan selalu rimbun, Taman Astrid merupakan kawasan yang paling terbuka di KRB.

Letak Taman Astrid berada di sisi Timur KRB dan untuk mencapainya, wisatawan bisa mengakses Pintu III atau Pintu Khusus Pejalan Kaki.

Taman Astrid memiliki beberapa bagian yang bisa nikmati sambil bersantai. Bagian pertama berupa hamparan tanah lapang yang cukup luas. Hijaunya rumput yang menyelimuti tanah lapang ini sangat memanjakan mata.

Bagian lain yang tak kalah indahnya adalah sebuah kolam luas dengan air mancur. Semburan air mancur ini memberikan ketenangan bagi siapa saja yang melihatnya.

Tak hanya itu, di kolam ini juga terdapat tanaman langka di dunia. Bahkan, di habitat aslinya sudah sulit ditemukan. Tanaman ini adalah Teratai Raksasa atau Veronica Amazonica.

Dinamakan Teratai Raksasa karena diameternya bisa mencapai 3 – 4 meter. Konon, karena saking jumbonya, daun teratai ini sanggup menopang bayi tanpa khawatir tenggelam.

Bagian lain yang tak kalah menariknya adalah Jalan Astrid.

Jalan Astrid atau yang juga dikenal dengan Jalan Kembar ini merupakan dua buah jalan yang dipisahkan oleh taman kecil di sepanjang jalan. Tidak sedikit traveler yang menjadikan jalan ini sebagai tempat selfie karena memang view-nya sangat instagramable.

Baca juga: Asinan Nyonya Yenny, Cara Paling Pas Mencicipi Asinan Khas Bogor

Ini Dia Tempat-Tempat Menarik Jika Jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor

 

Museum Zoologi

Kebun Raya Bogor tak melulu menyajikan koleksi pepohonan dan tumbuhan saja. Di KRB wisatawan juga bisa menyaksikan aneka satwa Indonesia yang tersimpan di Museum Zoologi.

Museum Zoologi cocok untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar hingga orang dewasa. Ada sekitar 20 ribu fauna yang bisa kamu saksikan. Mulai dari reptil, mamalia, amfibi, ikan, burung, moluska, hingga hewan artropoda.

Bangunan yang bergaya kolonial ini memiliki 7 ruang pamer. Melalui ruang pamer ini, pengunjung akan mendapatkan informasi dan edukasi tentang hewan yang hidup di masa lampau.

Salah satu spot yang berhasil menarik pengunjung adalah diorama yang menggunakan hewan asli yang diawetkan, salahsatunya adalah badak yang berasal dari Tasikmalaya.

Badak ini dibunuh oleh pemburu gelap pada tahun 1914 dan merupakan merupakan badak terakhir yang berada di Tasikmalaya.

Yang tak kalah spektakuler adalah keberadaan paus biru raksasa yang membentang sepanjang 27 meter. Meskipun hanya berupa susuan tulang belulang saja, bobotnya mencapai 64 ton. Dan bobot utuh paus biru ini beratnya 116 ton.

Paus biru ini ditemukan di Garut pada tahun 1961 dalam keadaan terdampar dan mati. Selanjutnya paus biru dibawa ke Bogor dan bisa kita saksikan hingga sekarang ini.

Untuk dapat menikmati semua koleksi Museum Zoologi, pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 14.000 untuk membeli tiket.

 

Monumen Lady Raflles

Dibalik megahnya Kebun Raya Bogor ternyata menyimpan kisah romantis yang menarik untuk disimak. Kisah cinta tentang Gubernur Hindia-Belanda saat itu, Sir Thomas Raffles, saat ditinggal mati istrinya akibat terserang penyakit malaria.

Rasa sakit kehilangan orang yang paling dicintai terekam dengan jelas di sebuah prasasti yang dikenal dengan Monumen Lady Raffles.

Bangunan monumen mirip dengan gazebo dengan gaya arsitektur klasik yang memiliki 8 pilar yang mengelilinginya. Di dalam bangunan terdapat prasasti yang bertuliskan puisi Sir Thomas untuk istrinya.

Siapakah Lady Raffles? Dan bagaimana perannya sehingga Sang Penjelajah Ternama Sir Thomas sangat berduka dengan kepergian Lady Raffles?

Nama lengkapnya adalah Olivia Mariamne Devenish. Ia lahir tahun 1771. Olivia Mariamne Devenish menikah dengan Sir Thomas pada tahun 1805, dan ini merupakan pernikahannya yang kedua setelah suaminya meninggal pada tahun 1800.

Saat menikah, usia Lady Raffles 10 tahun lebih tua dari Sir Thomas.

Pada tahun 1811 Sir Thomas Stamford Raffles diangkat menjadi Letnan Gubernur Jawa oleh Kerajaan Inggris. Olivia pun dengan setia mendampingi Sir Thomas berkuasa di Jawa.

Tak hanya mendampingi tugas sang suami, Olivia dikenal sebagai wanita yang berpikiran maju. Salah satu perannya yang paling menonjol adalah melakukan reformasi sosial di Jawa/Hindia-Belanda.

Pada waktu itu, wanita-wanita Eropa selalu membatasi pergaulan dengan etnis lain, khususnya pribumi. Sikap eksklusif ini didobrak oleh Lady Raffles.

Ia kemudian membuat semacam acara-acara dengan mengundang etnis lain. Lady Raffles juga gemar mengunjungi pejabat-pejabat lokal untuk menjalin persahabatan.

Terobosan-terobosan Lady Raffles sangat didukung suaminya, karena sesuai dengan jalan pemikiran Sir Thomas Raffles yang dikenal sebagai tokoh penentang perbudakan.

Namun, kegemaran Olivia yang mengunjungi berbagai daerah membuatnya mudah terserang ganasnya nyamuk di daerah tropis.

Pada tahun 1814 Olvia mengidap penyakit malaria dan meninggal pada tahun yang sama.

Enam bulan sebelum meninggal atau pada saat kondisi tubuh Lady Raffles mulai menurun akibat digerogoti malaria, Sir Thomas Raffles memutuskan untuk memindahkan istrinya ke Bogor yang beriklim sejuk dan nyaman.

Keduanya tinggal di Istana Bogor yang dikelilingi kebun raya yang teduh. Kebersamaan yang intens di akhir-akhir kehidupan sang istri membuat Sir Thomas sangat terpukul ketika istrinya wafat.

Sir Thomas bukan hanya kehilangan seorang istri, tetapi ia juga telah kehilangan penopang sekaligus penyeimbang langkah kakinya dalam bertugas.

Untuk menggambarkan suasana hatinya yang tengah berduka, Sir Thomas mendirikan monumen yang didalamnya terdapat puisi cinta yang sarat akan makna. Puisi tersebut ditulis dengan bahasa Inggris Klasik.

Oh thou whom neer my constant heart (Kamu yang selalu berada di hatiku)
One moment hath forgot (Tak pernah sedikitpun kulupakan)
Tho fate severe hath bid us part (Walaupun takdir memisahkan kita)
Yet still – forget me not (Janganlah pernah lupakan aku)

 

Monumen Reindwardt

Bicara tentang Kebun Raya Bogor, tentu tidak akan melewatkan yang satu ini, Monumen Reindwardt. Monumen ini berbentuk batu prasasti yang letaknya dekat dengan Danau Gunting.

Lokasi prasasti ini makin elok karena berlatar belakang Istana Bogor yang megah.

Lalu, siapakah Reindwardt?

Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt adalah ilmuwan botani yang ditugaskan oleh pemerintah kolonial menjadi Menteri Bidang Pertanian, Seni, dan Ilmu Pengetahuan untuk wilayah Jawa dan sekitarnya.

C.G.K Reindwardt juga dikenal sebagai pendiri Kebun Raya Bogor. Ketertarikan Reindwart kepada tanaman untuk pengobatan membuatnya memutuskan untuk mengumpulkan semua tanaman untuk diteliti di sebuah taman botani yang diberi nama Land’s Platentuin. Kebun botani inilah yang menjadi cikal bakal kebun raya.

 

Pemakaman Belanda Kuno

Buat kamu yang menyukai petualangan mistis, jangan lewatkan tempat yang satu ini, Pemakaman Belanda Kuno. Ya, dari namanya saja sudah bikin merinding.

Lokasi pemakaman kuno ini sebetulnya tidak terlalu jauh dari Istana Bogor, jaraknya sekitar 400 meter. Namun, karena pemakaman ini tempatnya agak tersembunyi banyak wisatawan yang melewatkan.

Apalagi sekelilingnya terdapat bohon bambu yang cukup lebat. Berjejer batu nisan yang besar dan menjulang dengan pahatan kuno menambah kesan angker.

Luas area makam kurang lebih 20×30 meter, didalamnya terdapat 42 makam. Jika ditilik dari usia makam tertua, Pemakaman Belanda Kuno ini lebih tua dari Kebun Raya Bogor.

Kebun raya ini didirikan pada tahun 1817, sedangkan usia makam paling tua yang tertera di batu nisan adalah tahun 1784.

Pemakaman kuno ini merupakan tempat peristirahatan pejabat penting kolonial. Yang unik, ada satu makam yang dihuni 2 orang. Keduanya adalah Heinrich Kuhl dan J.C. Van Hasselt.

Dua orang ini merupakan peneliti muda yang dikirim ke kebun raya untuk melakukan riset seputar keanekaragaman spesies flora dan fauna. Persahabatan keduanya langgeng hingga ajal menjemput.

Keduanya tidak wafat bersamaan, Kuhl wafat terlebih dahulu, kemudian Hasselt menyusul 2 tahun kemudian.

 

Rumah Anggrek

Menikmati keindahan kebun raya akan semakin lengkap jika wisatawan mengunjungi Rumah Anggrek. Pusat obeservasi dan pengembangan tanaman anggrek ini bisa diakses dari Pintu III.

Melihat warna-warni bunga anggrek yang bermekaran sungguh memanjakan pandangan. Apalagi tanaman ini tertata dengan apik membuat pengunjung betah berlama-lama.

Di Rumah Anggrek ini sedikitnya ada 500 spesies tanaman anggrek. Sebagian besar merupakan spesies asli yang diambil dari hutan tropis Indonesia.

Di dalamnya pengunjung dapat menikmati bunga anggrek asli dan anggrek hasil silangan. Bagian anggrek asli akan didominasi warna hijau sedangkan hasil silangan lebih kaya dengan warna-warni.

 

Taman Sudjana Kassan

Masih belum puas jalan-jalan di Rumah Anggrek?

Tenang, masih ada Taman Sudjana Kasan. Letaknya ngga jauh kok dari Rumah Anggrek. Di taman ini wisatawan kebun raya bisa melihat hamparan rumput hijau yang menyejukkan mata.

Bila kamu menaiki undakan disalah satu sisi taman, akan terlihat di tengah taman kombinasi tanaman perdu yang membentuk gambar Burung Garuda, Lambang Negara Republik Indonesia.

Sebenarnya siapa sih Sudjana Kassan itu?

Sudjana Kassan adalah Direktur Kebun Raya Bogor yang menjabat pada tahun 1959 hingga 1969. Ia merupakan pribumi pertama yang mengepalai kebun raya setelah kemerdekaan RI.

Untuk mengenang jasa-jasanya, maka dibangunlah sebuah taman yang diresmikan pada 18 Mei 1985.

Jika ingin merasakan keindahan Taman Sudjana Kassan, pengunjung bisa melewati Pintu III. Pada hari sabtu wisatawan bermobil dapat melalui pintu ini.

 

Grand Garden Resto Cafe

Perjalanan mengelilingi spot-spot menarik di kebun raya pasti bikin lapar. Jangan khawatir, Grand Garden Resto Cafe siap memanjakan perut dan lidahmu. Menyantap menu lezat di resto ini bakal membuatmu kembali bugar.

Yang istimewa, Grand Garden adalah satu-satunya tempat makan di dalam Kebun Raya Bogor. Apalagi, di depan resto terletak hamparan Taman Astrid yang indah itu.

Bisa kebayang kan bagaimana nikmatnya menyantap nasi goreng kampung atau sop buntut sambil memandang sebuah taman yang cantik.

Setidaknya ada 4 jenis masakan di Grand Garden, yaitu masakan Indonesia, Continental Food, Mexican Food dan Western Food.

Tidak hanya eksklusif, resto ini juga pernah dijadikan tempat jamuan istimewa Presiden AS Barack Obama ketika berkunjung ke Indonesia.

Grand Garden Resto Cafe, Sensasi Nuansa Klasik di Tengah Kebun Raya

 

Nah, sampai disini ada gambaran bahwa di Kebun Raya Bogor bukan melulu tentang pepohonan yang rindang dan teduh. Ada banyak sekali yang bisa didapat wisatawan, mulai dari pengetahuan flora fauna hingga sejarah.

Selamat berlibur.

Lokasi Kebun Raya Bogor:
Jl. Ir. H. Juanda No.13, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122
Jam Operasional: 08.00 – 17.00 WIB
Telp. (0251) 8311362
Website: www.krbogor.lipi.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *