Tempat Wisata dan Penginapan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Tempat Wisata dan Penginapan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) merupakan kawasan konservasi yang luasnya mencapai 113.357 hektare. Sangat luas sekali. Jadi, jika mau mereview semua lokasi wisata di Taman Nasional ini akan butuh tulisan yang sangat panjang.

Topografi kawasan TNGHS berbukit-bukit dengan puncak tertinggi 2.211 mdpl (Puncak Salak 1). Di dalamnya terdapat hutan hujan pegunungan tropis yang masih alami.

Pegunungan di TNGHS memiliki puncak-puncak yang menjadi incaran para pendaki, diantaranya puncak Gunung Halimun Utara (1.929 mdpl), Gunung Sanggabuana (1.920 mdpl), Gunung Halimun Selatan (1.758 mdpl), Gunung Salak (puncak 1 2.211 mdpl, dan puncak 2 2.180 mdpl).

Puncak gunung dan hutan hampir selalu diselimuti halimun atau kabut, oleh karenanya kawasan ini dinamakan Gunung Halimun.

Dataran tinggi TNGHS juga berfungsi sebagai kawasan tangkapan air. Sedikitnya ada 115 sungai dan anak sungai yang berhulu di taman nasional.

Dari taman nasional air mengalir melalui sungai-sungai menuju Laut Jawa serta sungai di wilayah Bogor dan Banten.

Secara administratif kawasan TNGHS mencakup 3 kabupaten, yaitu Bogor, Sukabumi di Jawa Barat dan Lebak di Banten. Saking ;uasnya, butuh berhari-hari untuk mengeksplorasi semua zona wisata yang berada di kawasan TNGHS.

Tapi jika kamu ingin mempersempit area, cukup datang saja ke kawasan Cikaniki dan Citalahab. Orang bilang, 2 daerah ini cukup mewakili Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Meskipun ada kawasan Wisata Gunung Salak Endah, kalau menyinggung soal TNGHS biasanya traveler akan merekomendasikan Cikaniki dan Citalahab.

Namun, rute menuju Cikaniki dan Citalahab hanya bisa diakses dengan kendaraan pribadi. Sampai tulisan ini dibuat, belum ada angkutan umum yang beroperasi kesana.

Kalaupun menggunakan mobil, jangan pakai sedan atau sejenisnya. Sebagian jalan masih terjal dan berbatu.

Jalur menuju TNGHS bisa jangkau melalui Leuwiliang Bogor atau melalui Parungkuda Sukabumi. Waktu tempuh dari Jakarta sekitar 5 jam.

Baca juga: The Jungle Waterpark Bogor: Fasilitas, Wahana dan Harga Tiket

 

Ada Apa di TNGHS?

Taman Nasional Gunung Halimun Salak merupakan surga bagi peniliti dan pecinta wisata alam. Menyimpan kekayaan flora fauna yang menakjubkan.

Sedikitnya ada 700 jenis tumbuhan di alam TNGHS. Dan menjadi habitat satwa langka dan dilindungi seperti Macan Tutul Jawa, Elang Jawa, Owa Jawa, Surili dan lain-lain.

Di sekitar TNGHS juga menjadi tempat tinggal kelompok masyarakat adat yang masih memegang budaya warisan leluhur, seperti masyarakat adat Kasepuhan Banten Kidul dan masyarakat Baduy.

 

Loop Trail

Tempat Wisata dan Penginapan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Loop trail atau jalan setapak yang menghubungkan Cikaniki-Citalahab akan menjadi pengalaman yang mengesankan. Jalan setapak ini membelah hutan yang masih alami.

Di sepanjang jalan wisatawan akan merasakan sensasi yang luar biasa. Udaranya segar dan alami. Pepohonan rimbun dan hijau, yang diselingi suara air sungai dan hembusan angin yang sejuk.

Bila beruntung, kamu akan menjumpai aneka satwa liar endemik, seperti Elang Jawa, Surili, Owa Jawa, Monyet Ekor Panjang dan lainnya.

 

Canopy Trail

Tempat Wisata dan Penginapan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Berupa jembatan gantung yang membentang dari pohon ke pohon. Jembatan ini memiliki panjang 100 meter dengan ketinggian 30 – 40 meter.

Dari atas jembatan wisatawan dapat melihat langsung kehidupan liar yang mengagumkan. Merasakan keheningan yang menenangkan yang diwarnai gemericik air sungai, gemuruh air terjun di kejauhan serta hembusan angin yang melenakan.

Yang tak kalah menarik, canopy trail merupakan spot yang sempurna untuk menikmati sunrise. Pecinta wisata alam pasti tidak akan melewatkan kesempatan yang satu ini.

Canopy trail juga memiliki fungsi sebagai tempat pengamatan para peneliti untuk melihat langsung satwa di tajuk pohon.

 

Melihat Jamur Menyala atau Glowing Mushroom

Tempat Wisata dan Penginapan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak
via gonjreng.com

Ini dia salah satu yang menarik di TNGHS. Ada jamur menyala! Iya, benar-benar menyala. Jenis jamur ini mengandung fosfor sehingga bisa menyala. Bisa disaksikan saat gelap gulita.

Untuk menjangkaunya, sebaiknya didampingi pemandu.

Lokasi jamur menyala dekat dengan Canopy Trail. Pada malam hari tidak ada penerangan, gelap gulita. Untuk menuju kesini wajib membawa senter.

Ketika tiba di lokasi, matikan senter. Begitu senter padam, akan tampak titik-titik cahaya di dedaunan dan batang pohon. Sekumpulan cayaha itu mirip dengan lampu-lampu kota yang dilihat dari kejauhan.

Pada musim penghujan jamur-jamur akan tumbuh banyak sekali.

 

Tea Walk di Perkebunan Teh Nirmala

Tempat Wisata dan Penginapan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Perkebunan Teh Nirmala berada di Desa Wisata Malasari. Luas perkebunan teh mencapai 971 hektare atau 11% persen dari total luas Desa Malasari.

Konon, perkebunan ini telah ada sejak zaman kolonial.

Berada di ketinggian sekitar 1900 mdpl membuat kawasan ini berhawa dingin. Udaranya sejuk dan segar. Perkebunan Teh Nirmala dikenal sebagai penyuplai bahan baku untuk salah satu produsen teh terkenal di tanah air.

Disini kamu bisa menikmati lembutnya sinar matahari pagi dan melihat para pemetik yang mulai beraktifitas. Sejauh mata memandang yang kamu saksikan hanyalah pucuk-pucuk daun teh.

Cobalah naik ke tempat yang lebih tinggi. Kamu akan menyaksikan perkebunan teh yang berbukit-bukit bak permadani hijau yang bergelombang.

Tampak jauh disana rerimbunan hutan yang masih perawan menjadi pembatas perkebunan teh yang benar-benar sangat asri ini.

 

Wisata Air Terjun

Tempat Wisata dan Penginapan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Air terjun atau curug di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak memiliki keindahan yang mampu menarik wisatawan. Jumlahnya sangat banyak, terutama yang berlokasi di kaki Gunung Salak.

Namun, jika kamu hanya ingin mengeksplorasi curug yang ada di sekitar Cikaniki dan Citalahab, maka ada beberapa yang bisa direkomendasikan.

Diantaranya Curug Macan, Curug Piit dan Curug Cikudapaeh.

 

Penginapan

Untuk bisa mengeksplorasi semua zona wisata yang disebutkan diatas, akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Paling tidak, traveler harus menginap disana.

Apalagi jika kamu punya agenda melihat Glowing Mushroom.

Untungnya ada beberapa alternatif penginapan yang bisa traveler manfaatkan. Diantaranya adalah Wisma Tamu di Cikaniki Research Center.

Cikaniki Research Center atau Stasiun Penelitian Cikaniki kepunyaan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang digunakan untuk kepentingan penelitian flora dan fauna.

Wisma Tamu lokasinya berdampingan dengan Stasiun Penelitian. Penginapan ini bisa menampung 20 orang.

Namun, jika Wisma Tamu penuh atau ditutup karena sedang ada riset, kamu bisa memilih alternatif kedua, yaitu bermalam di homestay Kampung Citalahab.

Penduduk lokal banyak yang menyulap tempat tinggalnya untuk dijadikan tempat menginap traveler.

Secara administratif, Kampung Citalahab masuk ke Desa Wisata Malasari. Umumnya, warga Kampung Citalahab sangat ramah menyambut kedatangan traveler.

Atau, jika kamu anak mapala, maka bermalam di Camping Ground Citalahab adalah pilihan yang paling pas. Menghabiskan malam di ruang terbuka merupakan kenikmatan yang mengesankan.

Apalagi camping ground ini memiliki fasilitas MCK dan sumber air bersih yang memadai.

 

Tiket Masuk

HTM: Rp 5.000
Parkir motor: Rp 5.000
Parkir Mobil: Rp 10.000

 

Lokasi

Jl. Raya Cipanas, Malasari, Kabandungan, Sukabumi Regency, Jawa Barat 43368
Website: https://halimunsalak.org/
Telp. (0266) 621256

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *