Bukit Bintang Yogya, Pesona “Kota Gudeg” dari Ketinggian Bukit

Bukit Bintang Yogya, Pesona "Kota Gudeg" dari Ketinggian Bukit
www.instagram.com/staycationjogja

 

BUKIT BINTANG YOGYA – Selalu ada alasan untuk kembali ke Yogya. Ya, kota yang dikenal dengan setiap jengkal adalah kenangan ini memang menarik minat traveler. Mereka datang ke Yogya bisa berkali-kali seakan tidak ada bosannya. Memang tempat wisata di Jogja jumlahnya banyak sekali, jenisnya pun beragam. Semuanya tidak mungkin selesai dieksplorasi hanya dengan sehari, dua hari, bahkan 5 hari sekalipun. Itu belum termasuk tempat wisata baru yang terus bermunculan.

Nah, buat Teman Jalan yang saat ini sedang merencanakan perjalanan ke Yogya untuk yang kesekian kali, kami punya rekomendasi tempat nongkrong yang cukup bagus. Tempat nongkrong ini sempat viral, namanya Bukit Bintang. Di Bukit Bintang ini, Teman Jalan akan diajak untuk menyaksikan Kota Jogja dengan cara yang tidak biasa. Khususnya saat malam hari.

Sesuai dengan namanya, Bukit Bintang merupakan dataran tinggi yang letaknya di perbatasan Yogyakarta-Kabupaten Gunungkidul. Sebelum dikenal sebagai tempat wisata, Bukit Bintang dulunya bernama Bukit Hargodumilah.

Dari Bukit Bintang ini, pengunjung bisa menyaksikan Kota Jogja dari ketinggian. Saat malam tiba, kelap kelip lampu akan menghiasi setiap sudut kota. Titik-titik cahaya yang berasal dari lampu perkotaan ini mirip sekali dengan cahaya bintang di langit. Indah sekali. Karena keistimewaan ini, orang-orang kemudian menyebut Bukit Hargodumilah dengan nama Bukit Bintang.

 

Lokasi, harga tiket dan jam operasional

Lokasi: Dusun Plesetan, Desa Srimulyo, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Harga tiket: Gratis.

Jam operasional: 24 jam.

 

Baca juga: Tumpeng Menoreh Kulon Progo: Nongkrong Asyik di Puncak Bukit

 

Rute ke Bukit Bintang Yogya

Bukit Bintang Yogya, Pesona "Kota Gudeg" dari Ketinggian Bukit
www.instagram.com/ff.koazz

 

Lokasi Bukit Bintang cukup dekat dengan Kota Jogja. Kamu hanya perlu 30 menit untuk menjangkau tempat ini. Dari kota, kemudikan kendaraan menuju Jalan Wonosari-Jogja. Setelah melewati Pasar Piyungan, kamu akan menjumpai perbukitan yang membatasi Yogyakarta-Gunungkidul. Ketika memasuki kawasan perbukitan, kondisi jalan berubah menjadi berkelok-kelok disertai dengan tanjakan. Kelokan ini dikenal pula dengan nama Tikungan Bokong Semar.

Setelah melewati beberapa kelokan, kamu akan tiba di lokasi Bukit Bintang. Jarak menuju Bukit Bintang dari pusat Kota Jogja sekitar 17 kilometer. Sedangkan dari Ring Road sekitar 11 kilometer.

 

Pesona Jogja dari ketinggian

Bukit Bintang Yogya, Pesona "Kota Gudeg" dari Ketinggian Bukit
www.instagram.com/andisetiyoko05

 

Meskipun sering tidak dijadikan tujuan utama, pada kenyataannya Bukit Bintang Yogya tetap ramai dikunjungi traveler. Tempatnya yang strategis untuk menikmati Jogja dari ketinggian, juga karena lokasinya yang berada di sisi jalan utama adalah dua alasan kenapa bukit ini tetap menarik.

Ketika tiba di lokasi, kamu tidak akan menjumpai pintu gerbang atau tiket masuk yang bisa kamu beli. Karena Bukit Bintang tidak lebih dari sebuah jalan yang berada di ketinggian bukit. Orang yang melewati jalan ini biasanya akan berhenti, memarkir kendaraan, kemudian melihat lanskap alam yang menakjubkan.

Supaya lebih nyaman, kamu dapat memarkir kendaraan di rumah makan atau restoran. Biasanya tempat makan di sini juga menyediakan spot untuk melihat pemandangan. Dari dalam restoran kamu akan merasa lebih santai menikmati suasana. Juga akan lebih tenang ketika mengabadikan apa yang terlihat.

Traveler tahu betul, mana tempat paling enak untuk rehat. Ya, Bukit Bintang. Setelah puas seharian berwisata di Gunungkidul, mereka yang akan kembali ke Kota Jogja, biasanya menyempatkan melipir dulu ke Bukit Bintang. Istilahnya sebagai penutup kesenangan. Sambil istirahat, mereka memesan makanan, kemudian menyantapnya sambil memandangi panorama yang ada di hadapannya. Nikmatnya nggak ada yang ngalahin dah!

Tidak perlu terburu-buru beranjak dari tempat ini. Apabila sedang santai, tunggulah hingga malam tiba. Pemandangan di malam hari tidak pernah mengecewakan. Saat hari berganti gelap, Kota Jogja berubah bentuk menjadi lautan cahaya yang menakjubkan. Pendar-pendar cahaya tersebut berasal dari pemukiman, pusat keramaian dan lampu jalanan. Dilihat dari ketinggian, suasananya menjadi sangat kontemplatif.

Terlanjur mager dan ingin terus di sini sepanjang malam? Tak masalah. Karena besoknya, telah menanti pemandangan alam yang tak kalah indahnya. Menjelang pagi, siap-siap menyambut kedatangan sunrise. Dimulai dengan warna keemasan, secara perlahan sinar mentari mengusir gelap yang menyelimuti Kota Jogja. Pada pagi hari udara masih bersih dari kabut atau awan. Maka Gunung Merapi menjadi sangat jelas terlihat. Begitu besar dan kokoh menjadi latar Kota Jogja yang masih polos.

Itulah informasi tentang Bukit Bintang yang sampai kini belum pudar daya tariknya. Jika kalian melewati Bukit Bintang, mampirlah sebentar, sapalah Kota Jogja dari ketinggian. Selamat berlibur!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *